Tahukah Sahabat kapan waktu terbaik seorang laki-laki untuk disunat? Biasanya, orang tua akan membawa anaknya untuk disunat pada usia sekolah (6-10 tahun), namun tidak sedikit juga yang memilih usia yang lebih muda atau lebih tua. Jadi, kapan ya sunat sebaiknya dilakukan? Yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Manfaat Sunat Menurut Medis

Sunat atau yang dalam bahasa medis disebut sebagai sirkumsisi adalah prosedur medis untuk membuang sebagian dari kulit terluar kepala penis. Selain sebagai kewajiban bagi laki-laki muslim, sunat juga mempunyai banyak manfaat medis, yaitu :

  • Mengurangi risiko infeksi menular seksual seperti HIV dan herpes genital
  • Mengurangi risiko infeksi saluran kemih
  • Mengurangi risiko kanker yang disebabkan oleh HPV (kanker penis & kanker serviks pada pasangan)
  • Menjaga kebersihan penis

Sunat memang paling banyak dilakukan pada masa sekolah, namun tak jarang juga yang memilih usia yang lebih tua, atau lebih muda, hingga bayi. Ternyata, beberapa penelitian sudah dilakukan untuk melihat waktu terbaik untuk disunat, dengan beberapa pertimbangan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Erzincan University of Medical Sciences, Turki pada tahun 2014, membagi anak yang disunat menjadi 3 kelompok yaitu di bawah 1 tahun, antara 1-7 tahun, dan di atas 7 tahun. Pada penelitian tersebut, faktor-faktor yang dinilai antara lain penggunaan obat bius, waktu untuk bangun setelah pembiusan, komplikasi, durasi perawatan dan biaya.

Dari penelitian tersebut, disimpulkan bahwa usia di bawah 1 tahun (saat bayi) merupakan waktu yang paling baik. Hal ini didukung oleh beberapa alasan, yaitu:

  • Sunat mengurangi risiko saluran kemih yang banyak terjadi pada anak, terutama anak yang belum disunat. Semakin dini sunat dilakukan, risiko saluran kemih akan berkurang
  • Semakin dini untuk mengurangi risiko penyakit kulit pada penis, seperti infeksi pada penis, yang lebih banyak terjadi pada laki-laki yang belum disunat
  • Fimosis (kondisi di mana kulit kepala penis tidak bisa ditarik) sering terjadi pada anak usia 3 tahun, menyebabkan penis nyeri dan bengkak. Jika sunat sudah dilakukan sebelum usia 3 tahun, maka fimosis akan dapat dicegah.
  • Infeksi menular seksual lebih sering terjadi pada pria yang belum disunat. Jika seseorang sudah disunat sebelum ia aktif secara seksual, maka risiko infeksi menular seksual akan berkurang, dan risiko pasangannya mengalami infeksi menular seksual juga berkurang.
  • Sunat pada masa bayi memiliki lebih sedikit komplikasi (jika dilakukan dengan dokter yang berpengalaman) dan lebih sedikit biaya perawatan

Adapun begitu, selain dari segi medis, penentuan kapan seseorang sebaiknya disunat juga melibatkan pertimbangan kesediaan seseorang yang disunat. Saat bayi, ia belum memiliki kehendak dan kemampuan untuk menentukan apakah ia ingin atau tidak ingin untuk disunat, sementara setelah ia lebih tua – pada usia SD atau yang lebih tua – ia sudah dapat menentukan apakah ia ingin disunat atau tidak. Meski sunat mempunyai berbagai manfaat, tidak menutup kemungkinan seseorang menolak untuk disunat di kemudian hari, sehingga hal ini perlu dipertimbangkan.

Siapa yang Perlu Disunat?

Beberapa indikasi medis yang membuat seseorang sebaiknya disunat yaitu:

  • Fimosis (kondisi di mana kulit kepala penis tidak bisa ditarik, menyebabkan nyeri dan bengkak)
  • Parafimosis
  • Infeksi saluran kemih kronik/berulang
  • Seseorang yang tinggal di daerah dengan angka infeksi HIV dan infeksi HPV tinggi

Bagi Anda yang ingin melakukan sunat dengan nyaman dan aman, maka bisa langsung saja berkunjung ke Rumah Khitan Syafaat, Safubot Malang dan Safubot Surabaya. Lakukan pemesanan kepada pihak customer service dari penyedia layanan tersebut dengan menyebutkan Dr. Iqbal Margi Syafaat agar proses sunat bisa berjalan dengan lancar.